Tampilkan postingan dengan label Metal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2008

Walls of Jericho - The American Dream

Akhirnya seperti dijanjikan oleh Walls of Jericho. Album baru mereka akhirnya dirilis juga. Dan album ini memang “really heavy” . Album berisi 12 lagu ini benar-benar terasa berat, menghajar telinga. Setelah bermain main dengan hawa akustik di dalam mini album Redemption. The American Dream ini cukup membuat dada bergetar.

Tracklist:

  1. The New Ministry
  2. II. The Prey
  3. The American Dream
  4. Feeding Frenzy
  5. I. The Hunter
  6. Famous Last Word
  7. A Long Walk Home
  8. III. Shock Of The Century
  9. Discovery Of Jones
  10. Standing On Paper Stilts
  11. Night Of A Thousand Torches
  12. The Slaughter Begins

Jumat, 17 Oktober 2008

IN FLAMES - A Sense of Purpose

INFLAMES
A Sense of Purpose
CSA / Nuclear Blast

Sindikat metal Swedia pimpinan Anders Friden kembali paska album Come Clarity [2006]. Dalam tajuk terbaru A Sense of Purpose tampaknya Inflames sedikit merevisi layer sound musik mereka. Setidaknya terdengar lebih modern dan lebih upbeat. Hanya sedikit bumbu dan variasi yang aman untuk penyedap rasa. Namun tidak berubah drastis dari konsep musik mereka sebelumnya. Riff gitar yang renyah dan harmonisasi yang 'mapan'. Entah kenapa, saya selalu curiga dan under-estimated dengan band metal yang berseragam. Apalagi saya bukan pemuja fanatik swedish-metal setelah era Dismember atau Entombed. Termasuk pada Inflames yang sudah mencapai taraf raja festival dan level arena ini. Saya akui, aransemen musik mereka memang cukup rapi dan bertehnik seperti band Swedia kebanyakan. Sebut saja Soilwork atau Arch Enemy misalnya. Inflames juga belum meninggalkan lengking nyanyian dan melodi mendayu seperti pada track Sleepless Again. Corak balada ada pada nomor The Chosen Pessimist yang diperkuat dengan petikan akustik dan vokal yang galau. I'm The Highway bisa jadi best-cut di album ini bersama dengan The Mirror's Truth atau Sober and Irrelevant. Selebihnya Inflames tetap menawarkan musik metal yang nyaman di telinga. Di mana anda bisa terus bernyanyi, mengibaskan rambut, atau melompat secara bersamaan. A Sense of Purpose masih menempatkan Anders Friden dkk pada singgasananya sebagai raja metal metal modern dari Swedia. Tentunya album ini akan tetap disukai oleh pendengar dari semua golongan. Belia dan dewasa. Pria dan wanita. Juga bagi mereka dari semua genre musik keras. Oya, album ini sudah dirilis resmi oleh CSA records untuk pasar nasional dengan packaging yang lumayan apik. Saya jadi terhibur dengan artwork album yang dikerjakan oleh Alex Pardee yang memang keren untuk dinikmati. Seniman grafis itu melukiskan suatu perjalanan seru di dalam labirin yang penuh monster. Gambar itu bisa diinterpretasikan macam-macam. Bagi saya, itu seperti gambaran konsep musik Inflames yang masih tersesat dalam labirin metal dan belum bisa keluar lebih jauh lagi. Atau bisa juga rute labirin itu masih terlalu mudah untuk mereka pecahkan dan kurang memiliki tantangan resiko yang mematikan?!... [Samack]

Source : www.apokalip.com

NILE - ITHYPALLIC

NILE
Ithypallic
CSA / Nuclear Blast


Rasakan sebuah trip wisata death metal menuju daratan Mesir dengan obyek panorama sungai Nil dan piramid serta simbol-simbol egyptian yang kesohor. Hal itu sudah tergambar jelas dari 'brosur promosi' bertajuk Ithypallic, album milik Nile di tahun 2007 yang baru dipasarkan di Indonesia oleh CSA Records. Mulai dari track What Can Be Safely Written sampai dengan Even The Gods Must Die kental dengan nuansa khas US death metal. Musik yang mereka mainkan sebenarnya cukup standard dan tradisional. Tidak jauh dari yang dimainkan oleh Cannibal Corpse, Suffocation, atau Brutality. Meluncur dalam tempo beat dari yang slow, medium sampai kencang sekalipun. Bayangkan formasi trio veteran yang solid dalam komposisi musik. Tertambal penuh tanpa lubang. Ini sedikit mengingatkan kita pada legiun Jogja, Death Vomit. Hanya saja Nile termasuk band yang guitar-oriented, terbukti dari dominasi riff dan melodi gitar yang terdapat di semua lagu. Karl Sanders dkk agaknya memaksa untuk menjadi virtuoso di genre musik ini. Sebagian memang cukup berhasil, tapi sayangnya ada beberapa part gitar yang terdengar agak berlebihan. Kalau ini dibiarkan, bisa jadi mereka nanti menuju pada technical atau progressive death metal macam Atheist atau Cynic. Saya pikir sebagian fans bakal ada yang setuju, dan sebagian akan menolak keras itu. Cukup wajar jika konsep 'progresif' itu mengundang kontroversi. Tapi setidaknya di wilayah musik yang sekarang Nile sudah cukup aman dan nyaman. Tetap keras dan padat tanpa kehilangan kualitas tehnik. Cukup gagah dan juga megah. Reputasi itu juga yang menjadikan Nile sebagai salah satu band papan atas di genre-nya saat ini. Termasuk sebagai langganan headliner di panggung musik maupun majalah metal dunia. Album ini tergarap apik dan maksimal. Sedikit imbuhan part musik ala gurun pasir tetap jadi andalan - meski porsinya tidak sebesar di album solonya Karl Sanders sendiri. 'Mesir' di sini lebih banyak kepada imej dan grafis, tanpa harus memaksa untuk masuk ke dalam aransemen. Meski begitu, Ithypallic sangat tidak disarankan untuk diputar bareng dengan film Ayat-Ayat Cinta milik adik perempuan anda itu!... [Lucifersam]

Source : www.apokalip.com