Rhapsody of Fire adalah grup band Italia yang mengusung genre Power Metal. Musik yang sarat dengan ketukan drum yang cepat dan distorsi gitar. Namun karena faktor lirik lagu yang bertemakan fantasi, epik atau legenda, serta iringan kibor yang operatik atau klasik sering disebut sebagai genre Symphonic Power Metal. Grup band lainnya akhirnya saya dengarkan (juga saya gemari) seperti Stratovarius (Finlandia), Kamelot (Amerika), Dark Moor (Spanyol) atau Sonata Arctica (Finlandia).
Di tahun 1997-an satu grup band dari Finlandia muncul ke panggung musik Eropa, mengusung musik Metal yang simfonik, namun tidak sekeras/secepat Rhapsody of Fire atau Stratovarius. Adalah grup band Nightwish yang dianggap menjadi pelopor genre Symphonic Metal. Musik Metal yang sarat dengan nuansa simfonik (instrumen senar/string seperti biola/piano dan instrumen angin/wind seperti flute) serta vokal wanita yang sopran atau mezzo-sopran. Kadang-kadang dibumbui dengan vokal grunt/death, vokal serak yang suwer tidak jelas seperti vokal band Kreator di era Thrash Metal dulu. Sering disebut sebagai musik Beauty and The Beast, kecantikan vokal sopran wanita dipadu dengan vokal liar laki-laki.
Band-band genre Metal juga ikut terpengaruh unsur simfonik ini, biasanya membuat rekaman/konser dengan paduan orchestra, seperti Metallica dan Scorpions yang merilis album orkestra di tahun 2000-an. Namun rasanya kurang luar biasa jika dibandingkan dengan grup band Rock yang sudah dari dulu berkolaborasi dengan London Philharmonic Orchestra.
Genre Symphonic Metal ini sering juga disebut Gothic Metal pada awal perkembangannya. Namun saya kurang mengerti unsur gothic pada lagu atau melodi, yang saya tahu mungkin hanya faktor visual dan ruang seperti halnya pada Arsitektur Gothic di era kebangkitan kembali atau Renaissance. Suasana yang kelam, ruang yang menjulang, struktur flying butress, kastil yang menjulang, pintu besar yang melengkung lancip, fashion dan make-up pucat bergaris mata hitam, korset, gaun putih atau hitam, lipstik hitam seperti Lord Dracula, legenda vampire dan sebagainya. Jejak-jejak arsitektur era Gothic memang bertebaran di wilayah Eropa, dari timur Hungaria hingga barat Spanyol. Mungkin yang saya ingat hanya Antoni Gaudi, tapi karyanya bukanlah gothic, melainkan art nouveau.
Selain Nightwish yang diusung aransemen kibordis Tuomas Holopainen dan soprano Tarja Turunen, band lain yang cukup terkenal adalah After Forever dari Belanda yang dimotori Mark Jansen dan soprano Floor Jansen. After Forever dan Nightwish seolah bersaing di kancah Symphonic Metal. Sulit untuk mengatakan mana yang lebih bagus.
Within Temptation
Di saat yang sama, juga dari Belanda, Within Temptation menambah khazanah genre ini. Dimotori oleh gitaris Robert Westerholt dan soprano Sharon den Adel. Dibandingkan dengan After Forver dan Nightwish, Within Temptation tidak mengusung unsur power/speed.

Epica
Tahun 2002, Mark Jansen keluar dari After Forever karena perbedaan visi musiknya. Di tahun berikutnya Mark Jansen bersama mezzo-soprano Simone Simons –yang masih berusia 18 tahun– menelurkan album The Phantom Agony dalam usungan grup band baru bernama Epica, yang diilhami oleh album Epica karya Kamelot.
Tanggal 26 September kemarin adalah hari yang ditunggu-tunggu para penggemar Nightwish. Nightwish meluncurkan album terbarunya, Dark Passion Play, dengan formasi baru vokalis Anette Olzon. Tiga lagu dari calon album tersebut sudah beredar di internet sebagai promo warna musik mereka yang baru tanpa soprano Tarja Turunen. Memang selalu kritikal saat grup band yang sudah established dengan format lama menawarkan sesuatu yang baru kepada penggemarnya. Seperti saat Genesis tanpa Peter Gabriel, seperti Rush yang menawarkan musik metal yang lebih lembut dengan synthesizer/organ serta drum elektrik, seperti Dewa 19 tanpa Ari Lasso, seperti God Bless tanpa Ian Antono, Marillion tanpa Fish dan lain sebagainya.
*Dari Berbagai Sumber
Di tahun 1997-an satu grup band dari Finlandia muncul ke panggung musik Eropa, mengusung musik Metal yang simfonik, namun tidak sekeras/secepat Rhapsody of Fire atau Stratovarius. Adalah grup band Nightwish yang dianggap menjadi pelopor genre Symphonic Metal. Musik Metal yang sarat dengan nuansa simfonik (instrumen senar/string seperti biola/piano dan instrumen angin/wind seperti flute) serta vokal wanita yang sopran atau mezzo-sopran. Kadang-kadang dibumbui dengan vokal grunt/death, vokal serak yang suwer tidak jelas seperti vokal band Kreator di era Thrash Metal dulu. Sering disebut sebagai musik Beauty and The Beast, kecantikan vokal sopran wanita dipadu dengan vokal liar laki-laki.
Band-band genre Metal juga ikut terpengaruh unsur simfonik ini, biasanya membuat rekaman/konser dengan paduan orchestra, seperti Metallica dan Scorpions yang merilis album orkestra di tahun 2000-an. Namun rasanya kurang luar biasa jika dibandingkan dengan grup band Rock yang sudah dari dulu berkolaborasi dengan London Philharmonic Orchestra.
Genre Symphonic Metal ini sering juga disebut Gothic Metal pada awal perkembangannya. Namun saya kurang mengerti unsur gothic pada lagu atau melodi, yang saya tahu mungkin hanya faktor visual dan ruang seperti halnya pada Arsitektur Gothic di era kebangkitan kembali atau Renaissance. Suasana yang kelam, ruang yang menjulang, struktur flying butress, kastil yang menjulang, pintu besar yang melengkung lancip, fashion dan make-up pucat bergaris mata hitam, korset, gaun putih atau hitam, lipstik hitam seperti Lord Dracula, legenda vampire dan sebagainya. Jejak-jejak arsitektur era Gothic memang bertebaran di wilayah Eropa, dari timur Hungaria hingga barat Spanyol. Mungkin yang saya ingat hanya Antoni Gaudi, tapi karyanya bukanlah gothic, melainkan art nouveau.
Selain Nightwish yang diusung aransemen kibordis Tuomas Holopainen dan soprano Tarja Turunen, band lain yang cukup terkenal adalah After Forever dari Belanda yang dimotori Mark Jansen dan soprano Floor Jansen. After Forever dan Nightwish seolah bersaing di kancah Symphonic Metal. Sulit untuk mengatakan mana yang lebih bagus.
Within Temptation
Di saat yang sama, juga dari Belanda, Within Temptation menambah khazanah genre ini. Dimotori oleh gitaris Robert Westerholt dan soprano Sharon den Adel. Dibandingkan dengan After Forver dan Nightwish, Within Temptation tidak mengusung unsur power/speed.

Epica
Tahun 2002, Mark Jansen keluar dari After Forever karena perbedaan visi musiknya. Di tahun berikutnya Mark Jansen bersama mezzo-soprano Simone Simons –yang masih berusia 18 tahun– menelurkan album The Phantom Agony dalam usungan grup band baru bernama Epica, yang diilhami oleh album Epica karya Kamelot.
Tanggal 26 September kemarin adalah hari yang ditunggu-tunggu para penggemar Nightwish. Nightwish meluncurkan album terbarunya, Dark Passion Play, dengan formasi baru vokalis Anette Olzon. Tiga lagu dari calon album tersebut sudah beredar di internet sebagai promo warna musik mereka yang baru tanpa soprano Tarja Turunen. Memang selalu kritikal saat grup band yang sudah established dengan format lama menawarkan sesuatu yang baru kepada penggemarnya. Seperti saat Genesis tanpa Peter Gabriel, seperti Rush yang menawarkan musik metal yang lebih lembut dengan synthesizer/organ serta drum elektrik, seperti Dewa 19 tanpa Ari Lasso, seperti God Bless tanpa Ian Antono, Marillion tanpa Fish dan lain sebagainya.
*Dari Berbagai Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar