Tampilkan postingan dengan label Death Metal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Death Metal. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2008

Behemoth - The Apostasy

BEHEMOTH, band extreme metal Polandia yang melewati batas norma Blackmetal dan Deathmetal kembali hadir dengan album terbaru mereka The Apostasy. Kesan pertama ketika melihat artwork album ini adalah sebuah album yang merupakan ekstensi dari konsep yang sudah mereka rumuskan sejak di era "Satanica" (1999), "Thelema Six" (2000), "Zos Kia Kultus" (2002), dan sampai pada akhirnya mencapai tingkat 'masterpiece' pada "Demigod" (2004). Kalau "Satanica" adalah album yang bersifat breakthrough untuk shifting mereka ke gerbang Deathmetal sound (sebelumnya Behemoth adalah band Blackmetal dengan sound yang relatif raw dan primitif); dan "Demigod" adalah breakthrough untuk konsep, songwriting, dan soundscape; maka kata-kata apa yang tepat untuk menggambarkan "The Apostasy" ?

Dalam bahasa yang sederhana "The Apostasy" adalah versi yang lebih mature dari "Demigod" dimana secara konsep dan artwork tidak jauh berbeda, akan tetapi dari segi musik dan musicianhip album ini relatif lebih kaya, dengan berbagai eksperimen yang dapat dikatakan berhasil, dan didukung oleh pemilihan soundscape yang lebih organik dan natural. track Prometherion diakui oleh Adam Darski aka Nergal ditulis liriknya diluar kesadaran dia , pada saat mempelajari mitologi Sumeria ..hal ini terungkap di majalah Terrorizer bulan Juli 2007, bahwa ada semacam outer power yang membantu dia untuk menulis beberapa track di album ini. Namun satu hal yang pasti bahwa Adam Darski ini adalah seorang sarjana dengan mata kuliah Sejarah di Universitas Gdansk di Polandia sana dan terkualifikasi sebagi kurator museum

"The Apostasy" dibuka dengan "Rome 64 CE", sebuah instrumental dengan nuansa epik yang diinspirasikan oleh pembakaran kota Roma oleh Nero Claudius Cesar pada tahun 64 Masehi. Sebuah intro yang secara representatif menggambarkan maksud dari "The Apostasy." Dan dari sini dimulailah … sebuah Deathmetal fiesta dengan nuansa blackened yang akan membuat istri/ suami/ anak, atau bahkan tetangga anda stress, binatang peliharaan anda akan kabur dari rumah, dan pembantu anda akan langsung mengutarakan niatnya untuk pulang kampung dan melamar jadi TKI ke Malaysia. Nergal (vocals, guitars), Orion (Bass), dan Inferno (Drums) memainkan agresi Deathmetal yang brutal namun terukur : vokal Nergal dengan karakter articulate growl-nya tidak lagi indecipherable seperti pada album2 sebelumnya, dalam arti bisa didengar dengan jelas kata-kata yang diucapkan, dan tidak lagi menggunakan dual layer vocals seperti pada Slaves Shall Serve (Demigod, 2004). Sound gitar Nergal tidak terlalu low-tuned seperti layaknya sound Deathmetal standar dimana hal ini menjadi salah satu karakteristik unik dari musiknya Behemoth secara keseluruhan. Riff dan lead guitar dapat didengar dengan jelas (thnx ke production yang sangat bersih), dan permainan lead gitar Nergal sepertinya mengalami kemajuan dalam hal teknis dan kompleksitas dibandingkan rilisan sebelumnya. Masih di departemen gitar, Nergal didukung oleh season guitarist yang sudah terlibat dengan Behemoth sejak era "Demigod" yaitu Patryk Dominik "Seth" Sztyber yang entah kenapa selalu menjadi season guitarist dan tidak menjadi personil tetap. Sepertinya Nergal harus berpikir serius untuk menjadikan Seth sebagai Behemoth keempat. Seth sangat talented dan sayang sekali kalau sampai kabur ke band lain. Sementara itu di departemen drum yang dihuni oleh The Mighty Inferno, terdapat beberapa perubahan yang cukup signifikan; sound untuk snare dan piranti drum Inferno terdengar lebih natural dengan settingan sound yang lebih thin dari "Demigod." Hal yang tidak berubah dari departemen drum adalah – tentu saja – permainan Inferno yang relentless, tight, presisi, dan secara sempurna menjadi tulang punggung pada setiap track Behemoth. Permainan drum Inferno tetap merupakan salah satu yang terbaik di genre-nya.

Aspek eksperimental pada "The Apostasy" dapat dilihat pada penggunaan choir pada beberapa lagu (misalnya pada "Slaying the Prophets Ov Isa), sound trumpet yang memberikan image untuk ancient military, serta permainan piano oleh Leszek Mozdzer pada track "Inner Sanctum." Eksperimen di sini dapat dikatakan berhasil, dalam arti tidak menghilangkan atribut Blackened Deathmetal yang diusung Behemoth, malah memperkaya khazanah sound yang membawa Deathmetal secara genre ke tahap berikutnya.

"The Apostasy" adalah bersifat fully recommended, baik untuk fans fanatik Behemoth, fans Deathmetal, atau untuk fans yang ingin 'masuk' ke Deathmetal untuk pertama kalinya. Simply pick this album and laugh at the face of your jealous friends !

Line Up :
Adam "Nergal" Darski – Vocals, Guitars
Zbigniew Robert "Inferno" Prominski – Drums Percussion
Tomasz "Orion" Wroblewski – Bass

Tracks :
Rome 64 C.E. 01:25
Slaying the Prophets Ov Isa 03:23
Prometherion 03:03
At the Left Hand Ov God 04:58
Kriegsphilosophie 04:23
Be Without Fear 03:17
Arcana Hereticae 02:58
Libertheme 04:53
Inner Sanctum 05:01
Pazuzu 02:36

Christgrinding Avenue 03:50

Reviewer : Riki Paramita ( marduk.wolves@gmail.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
honorary contributor supri-online.com

Death Vomit

DEATH VOMIT terbentuk pada tahun 1995 di Jogjakarta: Dede (vokal), Wilman (gitar), Ary (bas) dan Roy (drum). Pada awalnya memainkan musik death metal dan langsung membawakan lagu sendiri. Tidak berapa lama lagu-lagu sendiri direkam dalam bentuk rehearseal demo dan mendapat respon positif dari pecinta musik underground Indonesia, Respon ini berlanjut dengan sering tampilnya DEATH VOMIT di luar kota Jogjakarta seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Solo, Malang Surabya Denpasar walaupun sempat berganti formasi personel.Tahun 1997 DEATH VOMIT ikut serta dalam album kompilasi underground Indonesia METALIK KLINIK I produksi Musica Records. Mulai saat itulah pementasan banyak dilakukan dan tetap menciptakan lagu sendiri. Hingga pada bulan Noivember 1999 DEATH VOMIT merilis album pertama “Eternally Deprecated” yang diproduksi secara D I Y (Do It Yourself) baik dari proses rekaman, produksi kaset sampai distribusi benar-benar murni dilakukan oleh DEATH VOMIT sendiri. Penjualan album ini terbilang lumayan sebanyak 1500 kaset. Hal ini membuat label Bandung Extreme Soul Production berniat merilis ulang album ini. Sampai saat ini kaset yang dirilis ulang telah terjual sebanyak 2200 kaset.Dengan berjalannya waktu, DEATH VOMIT mengalami pergantian personel. Dan line up terkini DEATH VOMIT adalah Sofyan Hadi (Vokal/gitar), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum). Pada awal bulan Mei 2006 DEATH VOMIT rekaman album baru dengan judul “The Prophecy”di bawah label ROTTREVORE RECORDS yang akan beredar pada bulan Agustus 2006.
Jogjakarta Corpse Grinder!!!Jogjakarta bangkit lagi setelah tidur terlalu lama.. DEATH VOMIT band paling senior dari seluruh dataran Jogjakarta ini kembali memuntahkan sebuah karya full album dengan title “The Prophecy” dengan bermaterikan 9 buah lagu yang sangat cepat, berkarakter sound Heavy mid-low,sebuah hasil dengan nilai 2 jempol!! Sebuah hasil karya yang bisa dijadikan tolak ukur untuk musik DEATH METAL INDONESIA… recording di lakukan di Studio Avila, Sleman - Jogjakarta yang sepenuhnya di pegang oleh Inal sebagai operator loading pada tanggal 6 – 14 Mei 2006, Mixing DEATH VOMIT di lakukan di Bintang 41 Studio recording tepatnya di Riung Bandung oleh Oteng Forgotten dan Sophyan ( guitar/vocal ) 17 – 22 mei 2006 . Mastering untuk DEATH VOMIT di mulai pada tanggal 1 – 3 Juni 2006 oleh Samuel Tanasyah di Warner Music Studio. Pengarapan seluruh layout cover dipegang oleh Bakuh dan Kenji seorang designer militan metal Jogjakarta. Pada rilisan ini DEATH VOMIT akan merilis sebuah enhanced Cd yang kalian semua bisa melihat seluruh Interview dan seluruh sesi Recording DEATH VOMIT dalam bentuk visual audio.Semangat metal 14 Tahun yang membuat DEATH VOMIT semakin matang dalam meng arrangement lagu sebuah kekuatan mesin tempur yang dasyat.setelah tertidur cukup lama akhirnya pada bulan agustus 2006 DEATH VOMIT memuntahkan kemarahannya lewat album terbaru mereka yang berjudul “ The Prophecy “. Trio jogjakarta ini cukup meyakinkan dalam musikalitas,mereka berhasil mengawinkan ketegangan dan kecepatan, musik mereka secara matematis sangat susah untuk dikalkulasikan. Death Vomit berdiri dan dibesarkan di Jogjakarta,sebuah kota pendidikan di tengah pulau jawa yang cukup sangat kuat akar budayanya,kota yang banyak melahirkan musisi extreme seperti BRUTAL CORPSE – DEVOURED – CRANIAL INCISORED.

Members :
Roy – Drums
Sophyan – Vocals / guitars
Oky – Bass

Influences : SUFFOCATION – DEEDS OF FLESH – INTERNAL BLEEDING - PYREXIA

Forgotten "TIGA ANGKA ENAM"

PEMBERONTAKAN itu bisa lahir karena banyak sebab. Sebab budaya, sosial atau politik [mungkin ini yang kerap muncul]. Tapi pemberontakan juga bisa lahir karena melihat ketimpangan dan gerah dengan lingkungan yang membuat seseorang [atau peer-group] terkungkung. Munculnya dalam banyak bentuk, salah satunya adalah gerakan musikal yang keras, liar dan punya lirik meledak-ledak.

Titik tolak itu mungkin bisa memberi gambaran dari lahirnya band death metal asal Ujung Berung Bandung, FORGOTTEN. Bermual dari sekumpulan anak muda yang gelisah dengan lingkungannya yang padat oleh industri pabrik, kumuh dan lingkungan mulai sesak, akhirnya mereka mencari solusi dengan "berteriak" lewat medium musik dan death metal adaalah pilihannya.

Tahun 1994 silam, Ferly [gitar], Toteng [gitar], Kardun [bass], Addy Gembel [vokal] dan Kudung [drum] memproklamirkan lahirnya FORGOTTEN. Mereka meretas jalan panjang menjadi band indie yang lahir dari komunitas msuik 'homeless crew' di Ujungberung.

Tiga tahun sesudahnya, Januari 1997, band ini merilis album perdana 'Future Syndrome' yang direkan di Palapa Studio Bandung. Materinya enam lagu berlirik Inggris dirilis oleha label Palapa Record. Hebatnya, peredarannya menembus Asia. Malah kemudian menggandeng Morbid Record untuk masuk pasar Eropa.

Respon yang positif membuat FORGOTTEN bersemangat untuk kembali merilis album. Dengan materi dua single, Maret 1998 band ini kembali menggedor pasar dengan titel 'OBSESI MATI Promo Tape 98' yang juga dirilis lewat jalur indie oleh Rock Record. Sayangnya, Ferly --gitaris-- kemudian memilih mundur. Padahal beberapa proyek kompilasi sedang digarap.

Toh hidup dan berkarya terus berjalan. Februari 2000, FORGOTTEN malah kemudian bersiap-siap dengan full album ke-2. 10 materi yang "mengerikan" direkam di Studio Rehearsal 40124 Bandung. Kelar produksi, Agustus 2000 album kedua 'OBSESI MATI' dirilis oleh Soul Production. Lagu-lagi mereka harus kehilangan personilnya, lantaran Kudung [drumer] mengundurkan diri dan digantikan [sementara] oleh Andris, drumer band death metal lain, Disinfekted.

FORGOTTEN tak sempat berdiam diri. Masuk Juli 2001, mereka menggarap empat lagu berbahasa Indonesia di Bintang 41 Studio Bandung. Jangan kaget, e.p itu berjudul 'TUHAN TELAH MATI' yang dirilis Agustus 2001 oleh label Indie Record. Band ini kembali harus kehilangan personil, Kardun [bass] juga pilih mundur dari line-up karena alasan pribadi. Apa boleh buat, Dikky dari PostMortem pun digaet sebagai additional.

Tahun 2003, band "mengganas" dengan album bertitel 'TIGA ANGKA ENAM.' Mungkin inilah album "tersarkastis' yang pernah mereka rilis. Liriknya makin kasar, keras dan melakda-ledak. Tapi di era inilah, Andris [drum] keluar dan sementara digantikan oleh additonal drum.

Kini band "terganas" ini kembali dengan album terliarnya, 'TIGA ANGKA ENAM' yang dirilis ulang oleh RottreVore Record Jakarta. Ada 10 lagu yang kejam dan ganas dan siap menghardik setiap hadangan. Jangan "tertipu" dengan judul album yang mengesankan band ini seperti "iblis" tanpa ampun. Mereka tetap manusia yang kritis dan memilih lirik "gelap" sebagai pelampiasan kegeraman mereka akan kondisi dunia yang menyebalkan ini. Tapi percayalah, FORGOTTEN bukan penyesat, itu pasti! [joko.moer/foto: istimewa]

SiksaKubur

SIKSAKUBUR pertama kali di bentuk pada 6 july 1996. nama ini diambil dari band yang menjadi tolak ukur mereka dalam bermusik yaitu SEPULTURA yang berarti kuburan band memulai debut nya dari event-event UNDERGROUND mulai menarik perhatian para pecinta musik DEATH METAL dibulan july hingga september tahun 1996 SIKSAKUBUR mulai masuk studio rekaman yang bernama K-studio yang mengemas 9 lagu yang dituangkan dalam sebuah album THE CARNAGE yang dirilis dan didistribusikan oleh EXTREME SOUL PRODUCTION dalam sebuah kaset & CD. Album ini mendapat tanggapan yang positif dari kalangan pemerhati musik UNDERGROUND khususnya album ini terjual 1000 keping CD & 500 copy kaset, walaupun kwalitas dari album ini sangat kurang dikarenakan minimnya perlengkapan studio rekaman. Sukses dengan album pertamanya bulan November 2001 SIKSAKUBUR merekam 9 lagu dan dibubuhi 1 (intro) yang dituangkan kedalam album kedua BACK TO VENGEANCE yang didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam sebuah format kaset, penjualan album ini termasuk fantastis dalam kurun waktu 1 bulan telah terjual 750 copy kaset walaupun hasil rekaman inipun masih kurang sempurna tapi lebih baik dari album pertama. SIKSAKUBUR mulai merambah event-event di Indonesia khususnya dipulau jawa hingga bali. Formasi album THE CARNAGE and BACK TO VENGEANCE adalah Japra (vocal), Andyan gorust (Drum), Ade godel (gitar), Burgenk (Bass) tapi setelah album kedua dirilis ADE GODEL mengundurkan diri dari SIKSAKUBUR karena tidak bisa membagi waktunya dengan band, disusul dengan BURGENK yang mengundurkan diri dari band karena harus melanjutkan study keluar negeri. Posisi ini di gantikan oleh Andre yang juga gitaris REVITOL dan Yudhi bebek ex- AUTHORITY, dengan formasi ini SIKSAKUBUR mengeluarkan album ke tiga yang bertitel EYE CRY album ini dirilis dan didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam format CD dan KASET album inilah yang membuat SIKSAKUBUR mendapat perhatian lebih dari media massa dan elektronik.

SIKSAKUBUR merambah event-event bukan hanya event UNDERGROUND saja tapi event yang bukan UNDERGROUND sampai pentas seni sekolah SIKSAKUBUR menjadi headliner dalam acara tersebut ini sebagai bukti bahwa musik DEATH METAL yang dimainkan oleh SIKSAKUBUR mulai mendapat perhatian lebih, bukan hanya di Indonesia tapi hingga mancanegara khususnya SINGAPURA dan MALAYSIA. Karena july tahun 2005 lalu SIKSAKUBUR menjadi headline pada sebuah event metal di singapura. Album THE CARNAGE dan BACK TO VENGEANCE akhirnya dirilis oleh FROM BEYOND record (belanda) ini adalah sub label dari DISPLASEDrec yang merupakan salah satu label METAL besar di amerika album ini dikemas kedalam bentuk CD yang didistribusikan Bukan hanya di ASIA tapi benua EROPA dan AMERIKA. > Setelah lebih dari 10 thn berkiprah di Blantika musik metal Indonesia SIKSAKUBUR telah merilis 4 AlbumPodi yaitu THE CARNAGE, BACK TO VENGEANCE, EYE CRY dan PODIUM yang juga merupakan album terakhir dari drummer sekaligus pendiri SIKSAKUBUR yaitu ANDYAN GORUST. Namun setelah mengalami masa2 sulit dan masa pencarian pemain drum, akhirnya SIKSAKUBUR mendapatkan drummer baru yaitu PRAMA [ ex- ALEXANDER.LAST SUFFER] . Namun masalah belum selesai, YUDI BEBEK pun mengundurkan diri karena masalah pekerjaan, namun EWIN (Eks, Bloody Gore/C.O.B/Extracensory) langsung menggantikan nya. dan SIKSAKUBUR pun siap untuk kembali dengan formasi baru ini….so WATCH OUT !!!!

Source : http://rottrevorerecords.wordpress.com/

Sabtu, 18 Oktober 2008

Trauma - Band Lama Yang Yasih Eksis

TRAUMA adalah salah satu band pengusung musik ‘death metal’ tertua di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Terbentuk di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1992 dan sudah tampil lebih dari 250 kali di berbagai event di banyak kota di seluruh Indonesia seperti di seputar Jabotabek, Bandung, Denpasar-BALI, Medan, Bogor, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Solo, Cirebon, Kendal, dll…

Demo pertama TRAUMA “Incomplete damnation” dirilis di tahun 1997 dan di tahun 1998 TRAUMA akhirnya merilis full length album perdana yang berjudul “Extinction of Mankind” via label indie local ; MORBID NOISE RECORDS. Berisikan 10 buah lagu. Genap satu tahun setelah rilis, di tahun 1999 album ini kemudian dilisensi secara ekslusif oleh PSYCHIC SCREAM ENTERTAINMENT (Sebuah label asal Malaysia dengan dukungan distribusi yang kuat dari PONY CANYON) untuk market Malaysia,Singapore dan Thailand. Dan di tahun 2000, sebuah label anyar asal Chicago USA; OWL RECORDS akhirnya juga melisensi album “Extinction of Mankind” untuk pasaran yang lebih luas. Kali ini dalam format kaset dan juga CD.

Selepas itu, TRAUMA juga kerap merilis split album dengan banyak band yang berasal dari berbagai Negara. Di tahun 2000 PSYCHIC SCREAM ENT (Malaysia) juga meriliskan split album TRAUMA dengan band UNVEILED yang berasal dari Malaysia untuk wilayah pemasaran worldwide. Label local EXTREME SOULS PRODUCTION (2002) juga meriliskan live TRAUMA dengan band ‘mince core’ legenda asal Belgia; AGATHOCLES. Album tsb diberi tiel “Death Metal vs. Mince Core”. Di tahun yang sama pula, respon yang sangat positif datang dari sebuah label asal Negeri Belanda; MANGLED MAGGOT STEW RECORDS. Label ini kemudian menggabungkan TRAUMA dan band asal Belanda; TUMOUR dalam sebuah split album yang diberi title “Death Metal vs. Gore Grind”. Sukses dengan ini, MANGLED MAGGOT STEW RECORDS yang bermarkas di Holland ini kemudian meriliskan 4 way Split album yang berisikan 4 band; TRAUMA (Indonesia)/PLANKTON (Belanda)/SANGUINARY (Belanda)/INTUMESCENCE (Belanda)

Sejauh ini TRAUMA juga sudah ambil bagian di lebih dari 50 judul album kompilasi yang dirilis oleh label major maupun yang via indie label, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. Salah satu kompilasi ‘terbesar’ adalah “METALIK KLINIK” (Vol.1-1997 dan V-2003). Album Produksi Rotorcorp/MUSICA ini konon terjual lebih dari 100.000 keping hingga saat ini. Selain itu TRAUMA juga ikut serta dalam kompilasi album bertitel “PANGGILAN PULAU PUAKA” (Vol.II dan III) yang dirilis oleh PSYCHIC SCREAM ENT dari Malaysia. Khabarnya album ini juga merupakan album kompilasi musik metal terlaris di Malaysia pada tahun 2000-2001. PONY CANYON-Malaysia juga sempat menyertakan TRAUMA dalam kompilasi CD nya yang ber-titel “METAL KLASIK Malaysia vs. Indonesia”.
Lagu-lagu dari TRAUMA juga sempat ikut di berbagai album kompilasi yang diproduksi oleh label-label asal Prancis, Amerika, Australia, Russia, Jerman, Ukraina, Thailand, Mexico, dll…

Beberapa lagu milik TRAUMA juga sempat menjadi #1 di beberapa program musik rock di radio local termasuk I-Radio “I-ROCK” yang menempatkan lagu “Pelangi Hitam” dari TRAUMA (Juni 2002) di posisi teratas chart yang dibuatnya. Posisi ini bahkan sempat bertahan selama 5 minggu berturut-turut. TRAUMA juga sering menghiasi halaman-halaman interview dari berbagai media cetak di tanah air baik fanzine/magazine underground yang berasal dari berbagai kota di Indonesia maupun media-media yang lebih ‘mainstream’. TRAUMA juga kerap mendapatkan tempat di berbagai media cetak yang berasal dari luar Indonesia baik berupa Interview, profil band maupun ulasan album. Album-album TRAUMA juga kerap mendapat respons positif dari banyak label/Magazine di luar negeri seperti: RELAPSE (Usa) atau juga BRUTALIZED Magazine (Usa), bahkan Max Cavalera (SEPULTURA/SOULFLY) sempat memberi komentar lagu-lagu TRAUMA via email.

TRAUMA sempat tampil secara live selama 30 menit dalam sebuah acara televisi yang bejudul “Go-Rock” yang diadakan oleh TVRI di tahun 2002.

TRAUMA selalu berusaha tampil secara maksimal dan orisinil dalam penyuguhan musik death metal yang dimainkannya tanpa menjadi sebuah band ‘copy cat’ band-band manca negara yang sangat banyak memberi pengaruh terhadap keberadaan dan eksistensi TRAUMA.

Akhirnya, pada tanggal 26 Maret 2003, TRAUMA merilis full length album ke-2 via KROSSOVER Records /MUSICA. Album ini diberi title “Paradigma; Demi Hidup Tak Perlu Harus Mati” dan berisikan 11 lagu. Album ini terjual lebih dari 10.000 unit selepas 2 minggu tanggal perilisannya… Video clip dari album ini ; “Api dalam Otak” juga kerap ditayangkan di MTV Indonesia di tahun 2003.

Dan 4 bulan selepas album “Paradigma…” dirilis, sebuah label indie EDELWEISS Production akhirnya juga meriliskan sebuah buku autobiography TRAUMA yang berjudul “Dimensi paradigma”. Buku yang ditulis oleh Nino Aspiranta (Vocalis TRAUMA) ini berisikan lengkap tentang perjalanan karir band ini mulai tahun 1992-2003.

Atas banyaknya permintaan, di Bulan Desember 2004, genap 6 tahun semenjak debut album “Extinction of mankind” dirilis di tahun 1998, akhirnya, VARIANT MUSIC INDONESIA (VMI) dengan dukungan distribusi dari ALFA RECORDS sepakat untuk merilis ulang debut album ini termasuk 1 buah lagu unreleased yang menjadi bonus di dalamnya. Album ini tampil dalam kemasan yang baru (termasuk cover kaset yang baru). Dan lagu andalan “Human Suffering” yang dianggap sebagai ‘lagu kebangsaan TRAUMA’ akhirnya juga dibuatkan video clip. Ini merupakan video clip ke-3 TRAUMA setelah “Penjara Dendam”(METALIK KLINIK II – 2002) dan “Api Dalam Otak” (Album “Paradigma…”- 2003).

Dan dengan line-up terbarunya di tahun 2007: Nino (Vocal), Heila (Guitar), Cokie (Drums) dan Rusdi (Bass) TRAUMA kembali masuk studio relaman dan merampungkan materi album ke-3 yang akhirnya dirilis secara nasional pada bulan Juni 2008 dengan title “DOMINASI KEMENANGAN”

www.traumaindo.com