Selasa, 21 Oktober 2008

Metalcore Essential !!


Pendahuluan

Metalcore, sebuah genre musik baru yang berkembang di USA, sering disebut juga sebagai New wave of American Heavy Metal menurut Sam Dunn di beberapa referensi yang pernah saya baca. Metalcore merupakan fusion dari berbagai genre musik yang berkembang di pertengahan tahun 90’an dengan akar dari musik hardcore, punk ,thrash metal dan juga sentuhan Swedish melodic death metal, yang terakhir ini memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi band band metalcore papan atas , dan hal ini diakui oleh Brian Flair dari Shadows Fall dan Howard Jones dari Killswitch Engage .Metalcore memiliki akar yang cukup kuat dari musik Hardcore / Punk, band yang tercatat membuat style dengan penggabungan konsep musik heavy metal dengan hardcore punk adalah Breakdown, dilanjutkan dengan band Hardcore lainnya seperti Damnation AD, Biohazard dan Madball yang memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan musik Metalcore di kemudian hari.

PANTERA-ish style of heavy metal, adalah julukan yang tepat bagi jenis musik ini, dikala bubarnya PANTERA, symbol dari gelombang gebrakan musik metal banyak didominasi oleh musik Hip-metal / Nu Metal seperti Limp Bizkit, KORN, Linkin Park dan lain-nya. Seiring dengan berkembangnya zaman, musik jenis Hip metal nampak berkembang secara stagnant dan mulai ditinggalkan para penggemarnya yang mencari jenis musik lebih ekstreme dan groovy. Ya .. kuncinya adalah melodius riff gitar dan ketukan drum yang groovy , dipadu dengan style vox dari Phil Anselmo semasa masih di Pantera….maka jadi-lah konsep musik dasar dari Metalcore itu sendiri.

Metalcore merupakan istilah musik metal yang memiliki batasan yang kabur dengan jenis musik melodic death metal yang berkembang di benua Eropa di pertengahan tahun 1990’an. Perkembangan metalcore di USA,sebenarnya mulai menjamur, ketika beberapa band melodic death metal asal Swedia, seperti In Flames, Dark Tranquillity dan terutama At The Gates merambah tanah Amerika , walaupun hanya sebagai pembuka tour2x dahsyat dari Korn dan sejenisnya. Jenis musik melodic death metal yang mereka suguhkan ternyata memberikan batu loncatan dan inspirasi bagi band band baru untuk membuat konsep musik yang sejenis dengan mereka , namun dengan sentuhan US style yang lebih dominan sehingga cenderung lebih variatif dalam teknik vocal , komposisi yang bervariasi dari beat drum .. dengan contoh paling ekstrim kita bisa dapatkan dari band seperti The Black Dahlia Murder dan The Red Chord

Melodic Death Metal

Melodic Death Metal adalah aliran musik yang banyak berkembang di Eropa, di periode 1992 – 1995, dikala jenis musik old school death metal mengalami kemunduran dan banyak band death metal berganti aliran musik menjadi lebih soft baik dari komposisi musik yang digunakan juga karakter vocal yang dipakai, seperti yang terjadi pada Amorphis,Paradise Lost dan Sentenced.

There will be no melodic death metal if Carcass was not unleashed their fury with the mighty HEARTWORK ….!! Ya, benar ..Carcass memulai nya dengan milestone penting di genre musik ini dengan Heartwork, pattern2x riff yang sudah matang dibandingkan dengan album sebelumnya Necroticism Descanting the Insalobrious. Orang jenius dibalik dirilisnya album ini , tiada lain adalah Michael Ammott yang kemudian membawa soul melodic death metal ini pada band-nya kini, ARCH ENEMY

Gothenburg sound juga lah yang menjadi urat nadi dan memiliki peranan penting bagi perkembangan melodic death metal di pertengahan 90’an, bersamaan dengan booming-nya sound In Flame-ish dan menjamurnya genre musik ini di belahan bumi Eropa sana, while di Amerika masih booming jenis musik Hip metal . 3 besar band yang memiliki pengaruh paling kuat di sub-genre ini adalah In Flames, Dark Tranquillity dan At the Gates.

Aftershock dan Burn the Priest memulai-nya .. :)

Aftershock adalah band thrash metal asal Springfield, Massachusetts yang membidani lahirnya dua band besar Shadows Fall dan Killswitch Engage di akhir 90’an. Dua band ini di awal kemunculan-nya memberikan milestone tersendiri bagi perkembangan musik metalcore. Shadows Fall di album pertamanya , Somber Eyes to the Sky memberikan milestone komposisi musik yang thrashy, catchy tapi dengan kombinasi vox guttural death metal dan shrieking ala Emo , kala itu Shadows Fall masih diperkuat oleh Phillip Labonte yang sekarang berada di All That Remains. Dengan masuknya Brian Fair sebagai pengganti Phillip di album berikutnya justru memberikan milestone baru bagi perkembangan jenis musik ini, dengan kombinasi teriakan vocal yang sangat powerful,yang sekilas memiliki karakteristik yang sama dengan Mikael Stanne dari Dark Tranquillity yang memiliki range vocal dan kualitas sama baik ketika bernyanyi secara clean non-growl ,screams dan growling.

Pengaruh dari tour konser At the Gates, dan In Flames di Amerika juga menjamah anak anak muda di Amerika sana dengan mencoba mengawinkan musik Gothenburg melodic death metal dengan root musik thrash metal , hal ini lah yang coba ditawarkan oleh Burn the Priest , band yang sangat terinfluence oleh style Pantera dan Slayer yang walaupun diawal kehadirannya band ini hanya merupakan band jamming di lingkungan asrama Commonwealth Virginia University yang beranggotakan Chris Adler, Mark Morton dan John Campbell. Band yang banyak terinspirasi dengan jenis musik yang lebih thrashy ini sedikit berubah haluan, dengan berganti nama menjadi Lamb of God setahun setelah keluarnya gitaris Abe Spears yang digantikan oleh Willie Adler dengan mencoba menghadirkan catchy riff dan memberikan style yang unik dan khas bagi musik mereka, Dan hasil-nya Lamb of God bisa dibilang sebagai band metalcore yang paling berhasil saat ini, dengan tingkat penjualan album album mereka yang konon telah mencapai 1.5 juta kopi di seluruh dunia yang diikuti dengan berbagai tour keliling dunia, seperti Unholly Alliance tour , Ozzfest dan lainnya.

Menjamurnya band Metalcore

Menjamurnya band dengan jenis musik metalcore ini tak lepas dari label label musik raksasa yang mulai menandatangai kontrak dengan band band ini, yang memang memiliki kualitas yang sangat baik. Tercatat label2x raksasa (di dunia metal ) seperti Nuclear Blast Records, Roadrunners ,Century Media dan Metal Blade memiliki andalan masing masing dalam genre musik ini. Trivium dan Chimaira adalah 2 nama terakhir yang menjadi andalan dari jenis musik ini. Trivium mencoba menyuguhkan komposisi musik thrash metal old school ala Metallica dengan catchy dan straight forward dual power riffing guitar yang sangat baik, sehingga tak salah bahwa Trivium adalah band yang paling menjanjikan kala ini. Album terakhir mereka, the Crusade membuktikan hal tersebut dengan komposisi lagu yang matang digabung dengan skill musikalitas yang cukup tinggi membuat Matt heavy dkk semakin menunjukkan ‘taringnya’ di dunia metalcore.

Chimaira,The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, All that Remains, Atreyu , Bleeding Through berada di baris berikutnya untuk meramaikan gegap gempitanya dunia metalcore dengan berbagai komposisi musikalitas yang cenderung berwarna warni dan memberikan nuansa tersendiri bagi musik metalcore . Chimaira menawarkan jenis musik hardcore-ish dengan komposisi yang lebih berat, The Black Dahlia Murder menawarkan konsep musik metalcore dengan jenis paling ekstrim , dengan warna musik yang mencampurkan musik melodic death metal sampai pada brutal death metal yang tentunya penampilan konsernya telah kita simak di akhir tahun lalu di Jakarta. Sementara yang cukup menonjol dari konsep As I lay dying adalah komposisi lagu lagunya yang bervariasi , mirip dengan Chimaira namun dikemas dengan kualitas sound yang lebih ‘soft’. All that remains memberikan nuansa death metal yang kentara , yang nantinya berkembang menjadi death-core ( sub genre metalcore ..seperti Divine Heresy dan Job for a Cowboy ), sementara Atreyu dan Bleeding through memberikan warna musik lebih ‘thrashy’

Kemunduran Metalcore ..?

Sebuah majalah terkenal ibukota membuat artikel ini sebagai headline ini beberapa waktu lalu, secara iseng iseng berhadiah saya mengikuti halaman per halaman dari artikel yang diberikan, namun penulis tidak mendapat petunjuk atau point of interest dari maksud judul headline tersebut dengan berita yang mereka sajikan yang justru makin membingungkan para pembaca dari majalah itu sendiri.

Bila kita lihat scene dalam negeri, kita bisa melihat makin banyak band metalcore yang mengunjungi negeri ini, diawali oleh Avenged Sevenfold, kemudian The Black Dahlia Murder dan yang akan datang adalah Bleeding Through. Juga di Indonesia terdapat banyak sekali bakat dan talenta musik jenis ini yang cukup mengakar dan memiliki fanbased cukup banyak, sebut saja Death Squad dan Burger Kill dan justru dari realita yang ada , hal ini sangat kontradiktif. Metalcore akan terus berkembang dan berkembang dan memunculkan banyak sub-genre yang mencerminkan sebuah KEMAJUAN dari sisi kreatifitas dan ketertarikan orang pada jenis musik ini di masa kini dan masa yang akan datang. Mungkin di edisi berikutnya saya akan coba kupas sub-genre dari metalcore ini…\m/


artikel dibuat untuk : SoundUP Magazine, dimuat edisi Mei 2008

Source : http://supri-online.com/

Behemoth - Asian Apostasy 2008


Kreator - At the Pulse of Kapitulation - Live in East Berlin 1990

Dibulan November 1989, kondisi politik di dunia berubah drastis seiring dengan runtuhnya tembok Berlin yang memisahkan kota Berlin yang tadinya terpisahkan dari Berlin barat dan Timur , menjadi satu kota Berlin dan otomotis juga kelak mempersatukan 2 negara, Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Timur memiliki fanbased yang cukup fanatic, hal ini ditunjukkan dari bonus fitur dalam DVD ini, yang menunjukkan kegilaan dan fanatisme dari fans metal yang berani mengeluarkan uang sekitar 100DM hanya untuk membeli plat / LP dari Kreator dan beberapa band yang masa itu berjaya, seperti Anthrax, Venom, Metallica, Testament, Megadeth dan lainnya.

Dalam bulan bulan mencekam di awal tahun 1990, 4 band metal yang cukup mumpuni kala itu, KREATOR, Tankard, Coroner dan Sabbat akhirnya berhasil tampil di Jerman Timur. Konser ini memiliki arti penting bagi 4 band tersebut khususnya bagi Kreator yang merilisnya dalam format VHS di tahun 1990 dengan judul “Live in East Berlin”. Video dengan format VHS ini sempat menjadi idola metallerz muda kala itu termasuk penulis dan akhirnya impian penulis dikabulkan dengan dirilisnya dengan format DVD dengan kualitas sound dan gambar jauh lebih baik.
Ditahun 2008, Kreator mengambil istirahat dari tour padat sejak promosi album terakhir mereka “Enemy Of God”. Untuk membangkitkan memori para fans lama mereka, akhirnya di tahun 2008 ini, KREATOR merilis ulang video bersejarah ini dengan bantuan seorang sound engineer handal, Andy Sneap, gitaris band Sabbat yang kala itu satu panggung dengan mereka dalam konser ini. Konser ini terdiri dari 15 lagu yang diambil dari diskografi Kreator dari Endless Pain sampai album Extreme Agression dan menghadirkan gitaris baru mereka, Frank ‘Blackfire’Godzik yang diperkenalkan ke penonton oleh Mille Petrozza pada intro lagu Under the Guillotine. Terlihat kuartet Kreator pada masa ini sangat energik dan berbeda sekali dengan penampilan mereka di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebagai bonus tambahan pada album ini adalah bagian dokumentasi “The Past And Now”, sebuah cerita pendek bagaimana fans metal di Jerman Timur sana dalam mengapresiasi musik disini kita bisa mendengarkan langsung saksi sejarah konser live in East Berlin tersebut diselenggarakan, dan juga tak lupa ditambahkan juga sebagai bonus feature dalam DVD ini adalah promosi video dari album Coma of Souls , berjudul Hallucinative Comas“. Fitur ini lebih mirip sebagai illustrasi Horor dengan lagu dari album Coma of Souls .

DVD ini menjamin kepuasan fans karena dapat memiliki dokumentasi lengkap perjalanan Kreator di awal kejayaan mereka di awal tahun 1990. Dengan harga sekitar 24 USD anda bisa mendapatkan DVD ini dengan packing eksklusif berikut dengan CD audio yang mencakup semua lagu Kreator yang diipentaskan pada konser ini. So grab it ..!!!!

DVD
- Some Pain Will Last
- Extreme Aggression
- Under The Guillotine
- Toxic Race
- Bringer Of Torture
- Pleasure To Kill
- Flag Of Hate
- Drum Solo
- Terrible Certainty
- Riot Of Violence
- Love Us Or Hate Us
- Behind The Mirror
- Betrayer
-Awakening Of The Gods
-Tormentor "The Past And Now" Documentary "Hallucinative Comas" Movie
- At The Pulse Of Kapitulation
- People Of The Lie
- Dr. Wagner Part I
- Twisted Urges
- Dr. Wagner II
- Coma Of Souls
- Dr. Wagner Part III
- Terror Zone
- Deleted Scenes
- Bonus Material
"Live In East Berlin, 1990" Video

CD -
Some Pain Will Last
Extreme Aggression
Under The Guillotine
Toxic Race
Bringer Of Torture
Pleasure To Kill
Flag Of Hate
Drum Solo
Terrible Certainty
Riot Of Violence
Love Us Or Hate Us
Behind The Mirror
Betrayer
Awakening Of The Gods
Tormentor

Jorgen "Ventor" Reil - Drums, Vocals
Miland "Mille" Petrozza - Guitar, Vocals
Roberto "Rob" Fioretti - Bass
Frank "Blackfire" Gosdzik - Guitar

Source : http://www.supri-online.com/